KENDARI – Atas komitmen dan kerja keras dalam memberantas peredaran narkotika yang mengancam masa depan generasi bangsa, Ketua Granat Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. LM Bariun, SH, MH, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Dr. (HC) Suyudi Ario Seto, S.IK., SH., M.Si.
Pernyataan tersebut disampaikan Bariun dalam momentum Hari Anti Narkotika Sedunia (HANI) yang mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas melalui Gerakan Anak Indonesia Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”.
Menurut Bariun, peringatan HANI harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, sinergi, dan kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, tangguh, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia bersama Kepolisian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta seluruh pihak yang terlibat atas keberhasilan menggagalkan penyelundupan 3,7 ton kuncup bunga ganja (Cannabis Bud). Keberhasilan ini merupakan bukti nyata keseriusan negara dalam memerangi jaringan peredaran narkotika,” ujar Bariun ditemui di Kantor BNN Sultra, Rabu (8/7/2026).
Bariun menegaskan bahwa keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar menjadi bukti nyata bahwa jaringan narkoba masih menjadikan Indonesia sebagai pasar potensial. Karena itu, seluruh elemen masyarakat tidak boleh lengah dan harus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus peredaran gelap narkotika.
Menurutnya, perang melawan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa. Keluarga, sekolah, tokoh agama, organisasi kepemudaan, hingga pemerintah daerah harus membangun benteng moral bagi generasi muda agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
“Granat Sultra siap menjadi mitra strategis BNN, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan edukasi, sosialisasi, serta pencegahan penyalahgunaan narkotika hingga ke desa-desa dan lingkungan pendidikan,” kata Bariun.
Ia juga mengajak generasi muda untuk berani mengatakan tidak terhadap narkoba. Menurutnya, masa depan Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila generasi mudanya tumbuh sehat, produktif, berkarakter, dan terbebas dari pengaruh narkotika.
Bariun berharap keberhasilan pengungkapan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar tidak membuat masyarakat cepat puas. Sebaliknya, keberhasilan tersebut harus menjadi pemicu untuk semakin memperkuat pengawasan dan kerja sama lintas sektor agar ruang gerak sindikat narkoba semakin sempit.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Sulawesi Tenggara, Agustinus Widdy Harsono, S.Kom., M.Si., menegaskan komitmennya untuk terus mengintensifkan pemberantasan narkoba di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
Ia mengatakan, BNN Provinsi Sultra akan terus memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk Polri, Granat Sultra, pemerintah daerah, serta masyarakat, guna memperluas jaringan informasi terkait peredaran dan penyelundupan narkotika.
“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat agar jaringan peredaran narkotika dapat diputus hingga ke akar-akarnya,” tegasnya.
Agustinus mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat strategi pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya komprehensif memerangi narkoba di Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, informasi dari masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika. Oleh karena itu, BNN Sultra mengajak seluruh warga untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Agustinus menegaskan bahwa BNN Sultra akan terus meningkatkan sinergi dengan Kepolisian, TNI, Bea Cukai, pemerintah daerah, Granat Sultra, lembaga pendidikan, serta berbagai organisasi kemasyarakatan agar upaya pemberantasan narkoba berjalan lebih efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Selain penindakan hukum, BNN Sultra juga akan memperluas program edukasi dan rehabilitasi agar masyarakat memahami bahaya narkotika sekaligus memberikan kesempatan bagi korban penyalahgunaan untuk memperoleh pemulihan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bahwa pihaknya terus memperkuat strategi pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya komprehensif memerangi narkoba di Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, informasi dari masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika. Oleh karena itu, BNN Sultra mengajak seluruh warga untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
“Harapan kami, seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara dapat menjadi garda terdepan dalam memerangi narkoba. Dengan kebersamaan, kepedulian, dan komitmen yang kuat, kita dapat melindungi generasi muda dari ancaman narkotika serta mewujudkan Sulawesi Tenggara yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” pungkas Agustinus.
Laporan: Jumrin

























Tinggalkan Balasan