KONAWE KEPULAUAN – Kuliah Kerja Nyata (KKN) seharusnya menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mengaktualisasikan ilmu-ilmu yang didapatkannya dari kampus.
Para mahasiswa KKN diminta untuk ikut mengembangkan berbagai potensi di lokasi dimana mereka ditempatkan. Mahasiswa dituntut untuk terjun langsung di masyarakat terlebih di desa-desa yang masih berkembang baik secara infrastruktur maupun sumber daya manusianya.
Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa KKN IAIN Kendari untuk penempatan di Desa Waturai Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Para mahasiswa tersebut diberi luang waktu oleh pihak kampus selama 45 hari, terhitung mulai tanggal 7 Juli Sampai 21 Agustus 2022.
“Dari awal kami datang sampai saat ini respon warga dan pemerintah terhadap kami sangat baik, bahkan saling kolaborasi antara pemerintah pemuda dan ibu-ibu dalam menjalankan program kerja kami,” ujar Koordinator Desa (Kordes) Waturai, Novia Arnila Damayanti kepada Potretsultra.com, Senin (8/8/2022) Kemarin.
Lanjut Novia, mahasiswa jurusan PGMI ini mengatakan untuk minggu pertama pihaknya melakukan observasi melihat potensi desa yang harus dikembangkan, untuk diusung ke masyarakat dan pemerintah desa agar dijadikan program kerja.
“Program kerja yang kami lakukan terdiri dari program kerja mingguan, program kerja unggulan dan program jangka panjang untuk desa,” jelasnya.
Untuk program kerja mingguan, lanjut Novia, yang dilakukan yaitu Home schooling, Taman Pengajian Qur’an (TPQ) dan Bakti Sosial. Home schooling yang dilakukan itu mata pelajaran pilihan yaitu Matematika, bahasa Inggris, Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan.
“Memang kebetulan kami dalam satu posko mayoritas jurusan Pendidikan,” katanya.
Novia menambahkan, sedangkan program kerja unggulan yaitu infrastruktur Jembatan Waturai. Mahasiswa KKN menyoroti jembatan tersebut agar dipercepat pembangunannya.
“Kami menyurat ke Dinas Pekerjaan Umum untuk merekomendasikan agar dipercepat pembangunan jembatan yang menjadi akses transportasi agar tidak terhambat perekonomian warga,” tegasnya.
Selain itu, kata Novia, mahasiswa IAIN Kendari yang berKKN itu juga telah memanfaatkan potensi pisang untuk dijadikan usaha kripik sebagai bagian pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) desa.
“Kami bantu dari pembuatan, pengemasan, sampai tahap pemasaran. Kami pasarkan di Langara untuk proses pemasarannya dititip ke warung makan dan kios-kios warga,” tutupnya.
Laporan: Jarman

























Tinggalkan Balasan