KENDARI – Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Rinna Diazella nampak menawan saat tampil di catwalk pada peringatan Hari Ibu ke-94 yang digelar di Kota Kendari, Senin (5/12/2022).
Peringatan Hari Ibu tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A PPKB) Sultra, sebagai momen pergerakan untuk perempuan Indonesia yang lebih sejahtera.
Dengan menggunakan busana tradisional Tenun Tolaki Pinetobo, Owner kosmetik RD tersebut berjalan bak model profesional di karpet merah yang telah disediakan panitia.
Tenun Tolaki Pinetobo sendiri merupakan simbol kesatria yang melindungi ketegaran dan ketaatan pada pemimpin dan sebagai wujud dari visi kesatu tujuan.

Menggunakan busana tradisional Tenun Tolaki Pinetobo, Ketua IWAPI Sultra, Rinna Diazella berjalan di catwalk bak model profesional. Foto: Aden
Rinna Diazella mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan padanya dapat menggunakan kostum Tenun Tolaki Pinetobo dalam peragaan busana tradisional yang menjadi salah satu kebanggaan Sultra.
“Tentunya kita harus bangga, apa lagi ini di hari spesia, yaitu Hari Ibu,” beber Rinna.
Kata Rinna, menjadi perempuan adalah kodrat, namun menjadi perempuan wirausaha adalah pilihan, sebagai bidang yang tanpa batas.
IWAPI sendiri terus berupaya menyatukan para pengusaha kecil dan menengah untuk bisa bergabung, karena perempuan berdaya Indonesia maju.
“Wirausaha bisa dipelajari. Mandirinya kaum perempuan secaa ekonomi sangat menguntungkan bagi perempuan itu sendiri,” ucapnya.
Perayaan Hari Ibu tersebut dihadiri pula oleh Pj Sekda Sultra, Asrun Lio yang turut bersuara mengenai permasalahan sosial yang banyak dialami kaum perempuan dan anak saat ini, yaitu kekerasan dan diskriminasi. Ia juga menggaungkan pentingnya kesetaraan gender dan pendayagunaan perempuan di setiap sektor.
Ia mengatakan, perempuan sebagai pelahir dan pendidik bangsa punya peran yang sangat penting untuk menanamkan karakter generasi yang berbudi pekerti sejak dini di lingkungan keluarga.

Para pengurus IWAPI Sultra dalam peringatan Hari Ibu ke-94. Foto: Aden
Sementara P3A PPKB berkomitmen untuk memberantas kekerasan pada perempuan dan anak dengan menandatangani perjanjian bersama pihak berwenang seperti pemerintah daerah, kepolisian dan rumah sakit untuk turut membantu mencegah kekerasan tersebut.
Puluhan organisasi perempuan juga ikut dilibatkan dan para ketua organisadi turut pula memperagakan busana tradisional dalam acara yang bertema perempuan berdaya, Indonesia maju tersebut. Mereka turut berkontribusi terhadap pergerakan perempuan, salah satunya dengan membina pelaku UMKM perempuan.
Laporan: Aden

























Tinggalkan Balasan