KOLAKA UTARA, — Sinergi lintas pegiat dan pendamping pembangunan desa terus diperkuat untuk mendorong keberlanjutan program perpustakaan desa berbasis inklusi sosial di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).
Hal tersebut mengemuka dalam Pertemuan Pemangku Kepentingan antara Fasilitator Daerah Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), Andi Idha, bersama Forum Pegiat Literasi Kolaka Utara, Afdal Asmin, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten, serta Tenaga Pendamping Profesional Desa (TPP).
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (16/9/2026) ini, membahas sinergi dan kolaborasi program dalam membangun desa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan peran perpustakaan desa, serta dukungan penganggaran melalui Dana Desa untuk pengembangan perpustakaan secara berkelanjutan.
Fasilitator Daerah TPBIS, Andi Idha menegaskan bahwa perpustakaan desa tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi dapat menjadi ruang belajar dan pusat pemberdayaan masyarakat.
“Perpustakaan desa harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, sinergi dengan pemerintah desa, pendamping desa dan para pegiat literasi sangat penting agar program literasi dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas SDM serta kesejahteraan masyarakat desa,” jelas Andi Idha.
Sementara itu, Afdal Asmin dari Forum Pegiat Literasi Kolaka Utara menyampaikan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam membangun ekosistem literasi hingga tingkat desa.
“Literasi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama agar perpustakaan desa/ kelurahan/ sekolah benar-benar menjadi bagian dari pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” ungkap Afdal Asmin.
Dalam pertemuan tersebut, Sufly. AF, koordinator TPP P3MD Kabupaten Kolaka Utara, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung dan mengawal pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial.
“Kami siap bersinergi dan mengawal program perpustakaan desa agar dapat terintegrasi dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” tegas Sufly.
Lanjutnya, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga dapat menjadi pusat belajar, peningkatan keterampilan, dan pengembangan potensi masyarakat.
“Kami berharap dukungan pemerintah desa melalui perencanaan dan penganggaran Dana Desa dapat terus diperkuat sehingga program ini berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” harapnya.
Pertemuan menghasilkan komitmen bersama untuk bersinergi, berkolaborasi dan mengawal pengembangan perpustakaan desa secara berkelanjutan, sebagai salah satu upaya membangun desa melalui penguatan literasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Hal ini juga diperkuat dengan adanya MoU antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kolaka Utara dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa tentang sinergi program literasi untuk mendorong kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan.
Laporan: Andika

























Tinggalkan Balasan