UKPM Muna Gelar PKKMB 2026: Siap Cetak Mahasiswa Adaptif dan Inovatif di Era Digital

Keterangan Gambar : Mahasiswa Baru UKPM Saat Mengikuti PKKMB 2026

MUNA – Universitas Karya Persada Muna (UKPM) menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Kegiatan yang diikuti sebanyak 300 mahasiswa baru UKPM ini digelar selama dua hari yakni 16 sampai 17 September 2026.

PKKMB tersebut mengusung tema “Mewujudkan Mahasiswa UKPM yang Berintegritas, Adaptif, Inklusif, Berinovasi Digital dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045.”

Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi ratusan mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus menanamkan nilai integritas, kedisiplinan, inovasi dan tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar UKPM.

Pembukaan PKKMB dihadiri jajaran pimpinan fakultas, dosen serta sejumlah mitra kerja UKPM, di antaranya Bank BRI, BNI dan Bank Mandiri.

Rektor UKPM Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, M.S., sedianya menghadiri langsung pembukaan PKKMB. Namun, pada waktu yang sama, Rektor memiliki agenda yang tidak dapat ditinggalkan terkait Momerandum Of Understand (MoU) Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) UHO bersama Islamic Micro Finance (IMF). Karena itu, Rektor UKPM diwakili Wakil Rektor I UKPM, Dr. Suryadarma.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina UKPM, Dr. Albert, memberikan penguatan kepada ratusan mahasiswa baru agar tidak menjadikan bangku kuliah hanya sebagai tempat memperoleh ijazah.

Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan salah satu fondasi penting untuk memperbaiki kualitas hidup sekaligus membangun masa depan yang lebih baik.

“Mahasiswa harus semangat. Jangan pernah surut,” tegas Dr. Albert di hadapan peserta PKKMB.

Menurutnya, pilihan mahasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi di UKPM merupakan keputusan yang patut diapresiasi. Sebab, memasuki dunia perkuliahan berarti mahasiswa memasuki fase kehidupan yang berbeda dari masa sekolah.

“Saya sangat berbangga kepada adik-adik mahasiswa yang memilih kuliah di UKPM. Cerita kalian tidak akan sama lagi dengan cerita pada masa perkuliahan sebelumnya,” ujarnya.

Ia mengingatkan mahasiswa bahwa pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh lokasi tempat seseorang menempuh pendidikan.

Sekolah atau perguruan tinggi yang berada dekat dengan rumah, kata dia, tetap dapat melahirkan orang-orang hebat. Hal yang membedakan adalah cara berpikir, integritas, kemauan belajar dan kemampuan seseorang mengembangkan potensi dirinya.

“Sekolah di dekat rumah bisa hebat. Yang membedakan adalah cara berpikir dan memiliki integritas,” katanya.

Dr. Albert juga mendorong mahasiswa UKPM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama di tengah transformasi digital yang berlangsung tanpa batas.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan studi, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan lapangan pekerjaan.

Karena itu, kehadiran sejumlah mitra perbankan dalam kegiatan PKKMB dinilai penting untuk memperkenalkan mahasiswa pada dunia ekonomi, kewirausahaan dan pengembangan usaha.

Dalam pembukaan tersebut turut hadir mitra kerja UKPM, di antaranya Bank BRI, BNI dan Bank Mandiri.

“Menjadi keluarga besar UKPM, tanggung jawab semakin besar. Karena itu, semakin semangat untuk memikirkan masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, masa depan tidak dibangun secara tiba-tiba setelah mahasiswa memperoleh gelar sarjana. Proses tersebut harus dimulai sejak mahasiswa menginjakkan kaki di lingkungan kampus.

“Masa depan mulai hari ini. Mari kita perjuangkan bersama,” katanya.

Pembukaan PKKMB tersebut turut dihadiri para dekan fakultas, dosen serta mitra kerja UKPM dari sektor perbankan.

Kehadiran para pimpinan fakultas dan mitra tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan mahasiswa baru terhadap lingkungan akademik sekaligus ekosistem yang dapat mendukung pengembangan kapasitas mereka selama menjalani pendidikan.

Dr. Albert kembali mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dan kontrol sosial.

Menurutnya, mahasiswa harus mampu membaca persoalan di tengah masyarakat, mengembangkan gagasan serta berkontribusi melalui ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah.

Ia berharap mahasiswa UKPM tidak hanya menjadi lulusan yang memiliki gelar akademik, tetapi juga menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah.

“Mahasiswa harus menjadi agen pembaharu dan kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah,” pungkasnya.

Dengan semangat PKKMB tersebut, 300 mahasiswa baru UKPM diharapkan mampu memulai perjalanan akademiknya dengan karakter, integritas, kedisiplinan dan keberanian untuk berinovasi.

Mereka tidak hanya dipersiapkan menjadi lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan peluang, membangun daerah dan mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya,Wakil Rektor 1 Dr. Suryadarma, menyampaikan bahwa mahasiswa baru yang datang ke UKPM berasal dari berbagai daerah, termasuk dari Papua hingga sejumlah wilayah di Pulau Muna.

Ia menegaskan, sejak resmi menjadi mahasiswa UKPM, para mahasiswa bukan lagi sekadar individu yang datang untuk mengikuti perkuliahan, tetapi telah menjadi bagian dari keluarga besar universitas.

“Menjadi keluarga besar UKPM berarti tanggung jawab semakin besar. Karena itu, harus semakin semangat memikirkan masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, masa depan mahasiswa tidak dimulai setelah mereka menyelesaikan kuliah, melainkan harus diperjuangkan sejak hari pertama menginjakkan kaki sebagai mahasiswa.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak melupakan perjuangan orang tua yang telah memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Jangan pernah lupa perjuangan kedua orang tua. Mereka bahagia karena memiliki harapan anaknya dapat menyelesaikan studi,” pesannya.

Ia menekankan, kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Sebab, pengorbanan orang tua untuk membiayai pendidikan bukan sekadar agar anak mendapatkan gelar, tetapi agar memiliki masa depan dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga serta lingkungan.

Laporan: Jumrin

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *