Antrean Panjang Kendaraan Masih Berlanjut di Kendari, Ketua YLKI Sultra Usul Sistem Ganjil-Genap

Keterangan Gambar : Ketua YLKI Sultra, Dr. LM. Bariun SH

KENDARI – Antrean panjang kendaraan masih terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kondisi tersebut dinilai mulai mengganggu aktivitas dan kenyamanan pengguna jalan. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sultra, Dr LM Bariun SH, MH, mengatakan perlu ada langkah konkret untuk mengurangi kepadatan kendaraan, terutama pada ruas jalan yang mengalami antrean panjang.

Menurutnya, salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan pemerintah adalah penerapan sistem pelat nomor kendaraan ganjil-genap.

“Untuk menghindari antrean kendaraan roda empat dan roda dua, bisa menggunakan pelat ganjil-genap agar mengurangi antrean,” kata LM Bariun, Minggu (13/9/2026).

Ia menilai, apabila kondisi antrean terus berlanjut tanpa adanya rekayasa lalu lintas, pengguna jalan akan semakin terganggu.

Karena itu, diperlukan solusi yang dapat mengendalikan jumlah kendaraan yang melintas pada waktu dan ruas tertentu.

“Kalau penerapan ini dilakukan dengan baik, bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi antrean,” ujarnya.

Namun, penerapan sistem ganjil-genap menurutnya perlu dikaji secara matang dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di Kota Kendari dan daerah lain di Sultra.

Pemerintah juga diharapkan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat apabila kebijakan tersebut akan diterapkan, sehingga pengguna kendaraan memahami aturan serta waktu pemberlakuannya.

YLKI juga meminta pemerintah daerah dalam hal ini Dinas ESDM Sultra menyikapi dengan penerbitan surat edaran soal ini.

“Minta pemerintah dalam hal ini dinas sdm prov untuk edaran soal ini” ujarnya.

Selain itu, pengaturan lalu lintas perlu dilakukan secara terukur agar kebijakan yang diterapkan tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

LM Bariun berharap persoalan antrean kendaraan dapat segera mendapat perhatian dari pemerintah dan instansi terkait, mengingat kelancaran lalu lintas berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Yang paling penting bagaimana pengguna jalan tidak terganggu dan antrean kendaraan dapat dikurangi,” pungkasnya.

Tim Redaksi

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *