KENDARI — Penetapan Bahtra Banong sebagai Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Sulawesi Tenggara, Pandyi Priyono.
Pandyi menilai penunjukan Bahtra merupakan kepercayaan besar sekaligus amanah strategis, mengingat RUU Pemilu menyangkut kepentingan seluruh rakyat Indonesia dan akan menjadi salah satu fondasi penting dalam penyelenggaraan demokrasi ke depan.
Mantan Presiden Mahasiswa UHO itu juga mengatakan rekam jejak Bahtra selama menduduki posisi Wakil Ketua Komisi II DPR RI menunjukkan karakter kepemimpinan yang adaptif dan terbuka.
Menurutnya, keterbukaan Bahtra terhadap ruang dialektika multipihak, baik formal maupun informal, serta akseptabilitasnya di tengah masyarakat merupakan modal sosial dan politik yang penting dalam proses legislasi.
“Bagi saya, kepemimpinan Bang Bahtra mencerminkan prinsip populisme transformatif dan akuntabilitas publik. Beliau adaptif, transparan dan terbuka terhadap berbagai perspektif. Karakter seperti ini sangat dibutuhkan dalam memimpin pembahasan RUU Pemilu yang kompleks dan menyangkut kepentingan seluruh rakyat,” ujar Pandyi dalam keterangan persnya, Kamis (8/10/2026).
Pandyi berharap pembahasan RUU Pemilu di bawah komando Bahtra Banong dapat menghasilkan regulasi yang demokratis, transparan, berkeadilan, serta mampu menjawab tantangan demokrasi Indonesia ke depan.
Ia juga mendorong agar ruang partisipasi publik dibuka seluas-luasnya bagi akademisi, mahasiswa, masyarakat sipil, penyelenggara Pemilu, organisasi kepemudaan, dan berbagai kelompok masyarakat.
“Kita berharap RUU Pemilu yang lahir nantinya merupakan regulasi yang mampu menjawab persoalan kepemiluan secara lebih komprehensif, serta memperkuat kualitas demokrasi. Dan barang tentu partisipasi publik harus menjadi bagian penting dalam proses ini” tegasnya.
Di sisi lain, Pandyi menyebut penunjukan Bahtra sebagai Ketua Panja RUU Pemilu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat, khususnya generasi muda Sulawesi Tenggara. Menurutnya, kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa legislator muda dari daerah mampu mengambil peran dalam agenda strategis di tingkat nasional.
“Sebagai anak muda Sulawesi Tenggara, tentu saya bangga. Ada putra daerah dan legislator muda asal Sultra yang dipercaya memimpin pembahasan regulasi penting bagi masa depan demokrasi Indonesia.” tutup Pandyi Priyono.
Laporan: Jumbrin

























Tinggalkan Balasan