Pindah ke Pasar Banteng, Pedagang Ikan Pasar Grosir Kini Gandeng Raja Ikan Kendari Go Digital

Keterangan Gambar : CEO Raja Ikan Kendari, La Ode Munafar Membangun Kerjasama dengan Pedagang Pasar Banteng (Foto: IST)

KENDARI — Sejumlah pedagang ikan yang berpindah dari Pasar Grosir Kendari ke Pasar Banteng mulai mengambil langkah baru dengan menggandeng Pelopor Ikan Online, Raja Ikan Kendari, untuk mendigitalisasi penjualan ikan mereka.

Melalui layanan ini, masyarakat dapat mengakses pilihan ikan dari pedagang melalui sistem pemesanan digital Raja Ikan Kendari, tanpa harus selalu datang langsung ke pasar.

Cara belanjanya cukup follow @RajaIkanKendari lalu klik LINK yang tertera di bio profilnya. Kolaborasi ini menjadi upaya menghubungkan aktivitas perdagangan di pasar tradisional dengan layanan digital, sehingga produk ikan para pedagang dapat menjangkau lebih banyak pelanggan tanpa harus selalu mengandalkan pembelian langsung di pasar.

Koordinator Pedagang Pasar Banteng, Yusuf menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, digitalisasi menjadi peluang bagi pedagang untuk memperluas pemasaran dan mengikuti perkembangan cara masyarakat berbelanja.

“Melalui kerja sama ini, bisa membantu masyarakat mendapatkan ikan segar. Jadi yang tidak sempat datang lagi di grosir bisa pesan melalui online Bersama Raja Ikan Kendari. Kami sebagai pedagang, sangat senang karena sangat membantu,” ujar Yusuf.

Sementara itu, CEO Raja Ikan Kendari, La Ode Munafar, menyampaikan bahwa digitalisasi ini bukan sekadar memindahkan proses jual beli ke ruang digital, melainkan membuka peluang baru bagi pedagang pasar tradisional untuk berkembang.

“Pasar tradisional memiliki potensi besar. Persoalannya, bagaimana produk para pedagang bisa menjangkau pelanggan lebih luas dan lebih mudah diakses. Di sinilah misi Raja Ikan untuk membangkitkan pedagang tradisional dengan teknologi,” ujar La Ode Munafar kepada Potret Sultra, Rabu (14/10/2026).

Ia menambahkan, Raja Ikan Kendari ingin membangun ekosistem perdagangan yang tidak hanya memudahkan konsumen, tetapi juga memberikan peluang bagi pedagang lokal untuk tumbuh bersama.

“Kami tidak ingin teknologi justru menjauhkan pedagang dari pasar. Sebaliknya, teknologi program digitalisasi penjualan ikan ini mulai berjalan pada 14 Oktober 2026, dengan tambahan jam layanan pukul 17.00–20.30 WITA. Sementara pelayanan Raja Ikan start pagi pukul 06.00-17.00 tetap berjalan seperti biasa,” jelasnya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan antara pedagang pasar tradisional dan teknologi digital, sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal di Kota Kendari. Pasarnya tetap nyata.

“Pedagangnya tetap berjualan. Kini, penjualannya menjangkau pelanggan melalui jalur digital,” tutupnya.

Laporan: Jumrin

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *