Warga Mosolo Bercerita: Geliat Pembangunan Konkep Diapresiasi

Keterangan Gambar : Warga Mosolo Raya, Aliata, Zabarudin, dan Makmur Memberikan Testimoni pada Kampanye Bersafari

KONAWE KEPULAUAN – Geliat pembangunan Konawe Kepulauan (Konkep) di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Amrullah, MT dan Wakil Bupati Andi Muhammad Lutfi, SE, MM kini benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Amrullah – Andi Lutfi menggenjot pembangunan insfrastruktur dan telekomunikasi. Tak hanya itu, sang nahkoda itu juga konsern dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Beasiswa Wawonii Cerdas.

Terkait geliat-geliat pembangunan tersebut, mantan Kepala Desa Mosolo, Zabarudin mengapresiasi atas kinerja Pemda Konkep selama ini yang telah berusaha menggenjot pembangunan.

Zabarudin benar-benar merasakan bagaimana akses jalan dari wilayah Wawonii Tenggara ke arah Langara yang sebelumnya harus menempuh waktu sekitar 3 jam. Namun kini, akses di jalur tersebut hanya ditempuh sekitar 1 jam lebih saja.

“Dulu pada tahun 2020 waktu saya masih menjabat sebagai kepala desa, mau berurusan di Langara kurang lebih 3 jam baru sampai. Tapi saat ini hanya 1 jam lebih saja sudah bisa sampai di Langara,” ujar Zabarudin pada kampanye Bersafari di Mosolo, Kamis (24/10/2024).

Zabarudin juga bernostalgia tentang kondisi Mosolo yang belum dibangun jembatan di masa dahulu. Saat musim penghujan tiba, jembatan darurat yang ada selalu terbawa arus kali yang deras. Sehingga akses jalan terputus, bahkan banyak pengendara harus memikul kendaraan motornya atau menggunakan jasa rakit untuk menyeberang.

Namun sejak dibangunnya jembatan Mosolo tahun 2019 lalu, tak ada lagi warga yang khawatir jika musim penghujan. Karena jembatan permanen telah berdiri kokoh dengan panjang 40 meter.

“Kami warga Mosolo raya yang kami nikmati sekarang adalah adanya jembatan. Kalau mau ke desa tetangga Wunse Jaya atau Polara itu harus lewat kali Mosolo. Kalau banjir semua motor dipikul atau naik rakit. Tapi sekarang adanya jembatan akses Mosolo mau menuju ke desa tetangga sangat cepat, dan sudah kita nikmati bersama,” jelasnya.

Zabarudin juga menyinggung peran dan kontribusi Rifqi Saifullah Razak yang sangat berpartisipasi dalam hal pembagunan Unit Sekolah Baru SMA Negeri 2 Wawonii Tenggara.

“Saya juga adalah salah satu pelaku sejarah perjuangan SMA 2 itu, karena pada saat itu jabatan saya dalam panitia pembangunan SMA 2 itu sebagai Bendahara,” katanya.

Zabarudin menerangkan, saat itu orang pertama yang ditemui oleh Tim panitia perjuangan USB SMA Mosolo adalah Rifqi Saifullah Razak selaku Anggota DPRD Sultra. Ia mengaku, Rifqi memberikan pengarahan sebelum bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi.

“Setelah kami usul berkas-berkasnya ke Dinas Pendidikan Provinsi, yang memperjuangkan di legislatif itu adalah Rifqi Saifullah Razak melalui sidang paripurna DPRD, sehingga kurang lebih 3 bulan izin operasional SMA Negeri 2 Wawonii Tenggara sudah keluar. Tentu peran ini tidak bisa kita pungkiri bahwa ada keterlibatan Mas Rifqi dalam perjuangan ini,” terang Zabarudin.

Di tempat yang sama, salah satu warga Mosolo, Makmur ikut mengapresiasi pembangunan masa pemerintahan Amrullah – Andi Lutfi. Padahal sebelumnya, pada Pilkada 2020 lalu, Makmur menjadi salah satu penggerak di Mosolo raya untuk Paslon Fajar Baru. Namun setelah melihat bagaimana geliat pembangunan saat ini, ia langsung menyatakan sikap untuk mendukung dan memenangkan pasangan Bersafari di Pilkada Konkep 2024.

“Pada Pilkada yang lalu saya menjadi salah satu tim Fajar Baru. Karena isu yang dibangun pada saat itu adalah Wawonii Tenggara tidak diperhatikan. Terbukti saat ini pemerataan pembangunan di Wawonii Tenggara pun kami sudah nikmati, apalagi calon wakil Bupati Bersafari ini berasal dari Wawonii Tenggara, jelas kedepannya akan lebih diperhatikan lagi untuk Wawonii Tenggara,” ucap Makmur.

Hal yang sama juga dilakukan oleh tokoh pemuda Mosolo, Aliata yang sebelumnya merupakan tim Paslon Mulya. Namun kini telah berada di garda terdepan memenangkan pasangan Bersafari.

Aliata menyinggung kondisi Konkep sebelum mekar dan belum memiliki bupati definitif. Jalan lingkar, PLN, dan jaringan telekomunikasi selalu menjadi perbincangan harapan, karena memang kondisi Pulau Wawonii saat itu jauh tertinggal. Namun kini, geliat pembangunan di Konkep telah menunjukkan tren yang positif di bawah kepemimpinan Amrullah – Andi Lutfi.

“Orang-orang tua kita dulu, banyak yang bilang, kapan ada jalan lingkar, kapan ada listrik, kapan ada jaringan telekomunikasi kapan ada jembatan. Coba tengok sekarang, semua yang kita inginkan sudah terjawab semua, tinggal aspal kurang lebih 20 kilometer lagi,” jelas Aliata.

Lebih lanjut Aliata mengatakan, dalam RPJMD Kabupaten Konawe Kepulauan hanya 5 kilometer pengaspalan dalam satu tahun. Jika dihitung 5 Kilometer dalam satu tahun saat ini selama 2 periode Beramal jilid 1 dan Jilid 2 hanya 45 kilometer. Tetapi sekarang panjang aspal jalan lingkar Konkep kurang lebih 95 kilometer.

“Itu semua adalah upaya Pemerintah kita tidak hanya menggenjot anggaran APBD tetapi berupaya untuk mendapatkan anggaran lain, seperti anggaran Provinsi dan APBN,” katanya.

Maka tidak ada alasan, sambung Aliata, bahwa dengan melihat program-program yang jelas untuk Wawonii Berkelanjutan, dari pasangan Bersafari ini, Rifqi Saifullah Razak dan Muhammad Farid banyak berkontribusi untuk pembangunan di Kabupaten Konawe Kepulauan selama menjabat sebagai legislatif tingkat provinsi dan kabupaten.

“Olehnya itu mari kita tidak tutup mata dan sama-sama bergandengan tangan untuk mendukung pasangan Bersafari mengantarkan Rifqi Saifullah Razak dan Muhammad Farid sebagai Bupati dan Wakil Bupati Konawe Kepulauan tahun 2025 – 2030,” pungkasnya.

Laporan: Jarman Alkindi

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *