KONAWE SELATAN – Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Universitas Halu Oleo (UHO) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Terintegrasi KKN Tematik Tahun 2025.
Kegiatan ini digelar di Balai Desa Boro-Boro R, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 5 Oktober 2025 lalu ini mengusung tema “Penguatan Kelembagaan Desa dan Modal Sosial Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Objek Wisata dan Sumber Daya Alam”.
Kegiatan pengabdian tersebut ini dihadiri oleh Kepala Desa Boro Boro R beserta jajarannya, para tokoh masyarakat, serta mahasiswa peserta KKN Tematik. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua DPL, Dr. La Ode Topo Jers, S.Pd., M.Si., dilanjutkan oleh sambutan Kepala Desa Boro-Boro R, Akbar Muhammad Nur.
Dalam sambutanya, Kades Boro Boro R sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas pemilihan Desa Boro Boro sebagai lokasi KKN Tematik. Harapanya kedepan agar kegiatan serupa terus dilakukan karena sangat membantu pemerintah dan masyarakat.
Diketahui Desa Boro-Boro R telah beberapa kali menjadi desa mitra pelaksanaan KKN Tematik. Harapannya, setiap kegiatan KKN dapat memberi manfaat baik untuk masyarakat desa, mahasiswa peserta KKN, serta institusi desa maupun kampus UHO.
Pemateri utama dalam kegiatan tersebut, Dr. Syahrun, S.Pd., M.Si., dosen Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo, memaparkan beberapa potensi tinggalan sejarah dan arkeologis di Desa Boro-Boro R.
Uraian ini disosialisasikan kepada aparat, tokoh, serta masyarakat desa agar sama-sama dapat mengetahui dan memahami potensi kekayaan sejarah dan arkeologi yang terdapat di Desa Boro-Boro R.
Ke depannya, pemateri berharap agar tinggalan-tinggalan sejarah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai potensi wisata sejarah, namun dengan tetap memperhatikan kelestarian kondisi tempat maupun objek wisata itu sendiri.
Setelah itu, pemateri juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan desa sebagai motor penggerak pembangunan berbasis potensi lokal. Dijelaskan pula bagaimana modal sosial masyarakat, seperti kekompakan, inisiatif, dan rasa tanggung jawab, dapat menjadi dasar dalam mengelola potensi wisata dan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Peserta sosialisasi diajak untuk memahami sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga serta mengembangkan kekayaan alam dan budaya lokal Desa Boro-Boro R.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme dari para peserta kegiatan. Warga aktif berdiskusi dan memberikan tanggapan terhadap materi sosialisasi yang disampaikan. Di akhir acara, dilakukan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta sebagai bentuk komitmen untuk terus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan dan berwawasan lokal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Boro-Boro R semakin memahami pentingnya kelembagaan desa yang kuat dan modal sosial yang solid dalam menciptakan tata kelola wisata berbasis kearifan lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan bersama.
Laporan: Jarman Alkindi

























Tinggalkan Balasan