HMI Perlu Perkuat Kemandirian Ekonomi dan Profesionalisme Kader Hadapi Tantangan Global

Keterangan Gambar : Peserta LK II HMI Cabang Semarang

SEMARANG – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) perlu melakukan reorientasi gerakan dengan memperkuat kemandirian ekonomi dan profesionalisme kader untuk menghadapi tantangan global.

Hal tersebut disampaikan Ilham Rosyid Hasibuan, Wabendum PB HMI Periode 2024-2026 sekaligus Direktur Simpul Demokrasi, dalam agenda Training Raya Akbar: Latihan Kader II (Intermediate Training) Tingkat Nasional HMI Cabang Semarang Tahun 2026 di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, Jumat (3/7/2026).

Ilham Rosyid Hasibua menekankan pentingnya reinvensi budaya organisasi HMI melalui penguatan kepercayaan, transparansi, dan standar keunggulan bagi setiap kader.

“Reinvensi budaya organisasi HMI harus dilakukan dengan meneguhkan kepercayaan, memperkuat transparansi, dan mendorong setiap kader untuk beroperasi dengan standar keunggulan yang tinggi,” ujar Ilham Rosyid Hasibuan.

Menurutnya, transformasi HMI tidak boleh berhenti pada perubahan struktur, tetapi harus menyentuh sistem kaderisasi, pola gerakan, dan budaya organisasi.

“Agar tetap menjadi kekuatan penggerak perubahan umat dan bangsa, HMI perlu meneguhkan transformasi organisasi yang future-ready melalui kaderisasi yang adaptif, advokasi yang inovatif, serta keberanian untuk mendobrak budaya organisasi yang tidak lagi adaptif terhadap perubahan zaman,” tegasnya.

Ia menambahkan, kaderisasi HMI harus mampu melahirkan kader yang memiliki kapasitas intelektual, profesionalisme, kemandirian ekonomi, serta kemampuan membaca dan merespons perubahan global.

Reorientasi tersebut dinilai penting agar HMI tetap relevan sebagai organisasi perjuangan yang mampu melahirkan gagasan, mengawal kepentingan masyarakat, dan memperkuat ketahanan umat serta bangsa di tengah perubahan global.

Laporan: Jumrin

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *