Pemkab Konkep Perkuat Budaya Literasi, Bangun 17 Perpusdes dan Hadirkan Perpustakaan Digital 

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Konkep, Drs. Danyal, M.Pd

KONAWE KEPULAUAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Kepulauan (Konkep) melalui Kepemimpinan Rifqi Saifullah Razak, ST dan Muhamad Farid, SE terus berkomitmen untuk meningkatkan minat baca dan daya literasi masyarakat di Pulau Wawonii ini.

Terbukti dengan mendirikan sebanyak 17 Perpustakaan desa dan 3 Pojok Baca dan 1 Perpustakaan Daerah yang tersebar di 7 Kecamatan se Konkep. Giat membaca tersebut melalui peran aktif oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Konawe Kepulauan.

Kepala Dinas Perpustakaan Drs. Danyal, M.Pd menyampaikan tujuan dari terbangunnya Perpustakaan desa tersebut adalah guna meningkatkan minat baca dan daya literasi masyarakat Konkep.

“Tanpa membaca untuk mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan itu susah. Untuk menunjang itu kami ada program TPBIS (Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial),” ujar Danyal saat di temui Rabu (22/7/2026).

Saat ini, kata Danyal tiga perpustakaan desa dan tiga pojok baca telah dilengkapi koleksi buku dan mulai dimanfaatkan masyarakat. Sementara itu, 14 perpustakaan desa lainnya masih menunggu proses distribusi buku yang telah tersedia di kantor dinas.

“Buku-bukunya sudah ada. Dalam waktu dekat akan segera kami salurkan ke seluruh perpustakaan desa yang belum menerima,” jelas Danyal.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam pengelolaan perpustakaan desa. Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan dukungan aktif dari pemerintah desa, terutama dalam penyediaan petugas yang bertanggung jawab menjaga fasilitas dan koleksi buku.

“Kami berharap pemerintah desa dapat memberikan perhatian lebih sehingga perpustakaan dapat dikelola dengan baik dan terus dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Selain menyediakan layanan perpustakaan konvensional, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Konkep juga menghadirkan perpustakaan digital Iwawonii yang dapat diunduh melalui Google Play Store. Aplikasi tersebut menyediakan ribuan koleksi buku yang bisa diakses masyarakat kapan saja.

Untuk menjangkau lebih banyak pelajar, dinas juga rutin mengoperasikan Perpustakaan Keliling dengan mengunjungi sekolah-sekolah setiap hari Selasa dan Kamis. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak membaca bersama melalui lapak baca yang disiapkan di lingkungan sekolah.

Danyal berharap seluruh fasilitas literasi yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Menurutnya, budaya membaca tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik pelajar, tetapi juga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan membaca, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan baru, termasuk cara bertani yang lebih modern dan produktif. Harapan kami, budaya literasi di Wawonii terus berkembang sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” tutupnya.

Laporan : Jarman Alkindi

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *