KOLAKA UTARA — Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara terus membuka ruang kerja sama dengan mitra internasional dalam mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah.
Hal tersebut terlihat dari kunjungan delegasi mitra usaha asal Jepang yang diterima langsung Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., di Kantor Bupati Kolaka Utara, Senin (10/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi kakao Kolaka Utara sekaligus menjajaki peluang investasi dan kerja sama, mulai dari peningkatan kualitas produksi, pengolahan pascapanen, pengembangan industri, hingga perluasan akses pemasaran.
Audiensi turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian Andi Haerul Rijal, S.Sos., Kepala Dinas Perkebunan H. Kamal Mustafa, S.Pi., M.M., serta sejumlah jajaran terkait.
Sementara itu, delegasi Jepang terdiri atas Kazunori Higuchi, Direktur Utama PT Higuchi Cacao Farm; Kazuyoshi Noguchi, Ketua Umum Asosiasi APW Business Cooperative; Takaharu Nakamura; serta Alimin Badabi dan Samsir Hidayat selaku tim Business Promotion.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah peluang yang dapat dikembangkan melalui kemitraan, khususnya bagaimana komoditas kakao tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat ditingkatkan nilai tambahnya melalui pengolahan dan pengembangan produk turunan.
Bupati Nur Rahman Umar menyambut baik ketertarikan mitra Jepang terhadap potensi kakao Kolaka Utara. Menurutnya, kehadiran calon mitra internasional menjadi peluang strategis untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing komoditas kakao daerah.
“Kunjungan ini merupakan peluang yang sangat baik bagi Kolaka Utara untuk memperkenalkan potensi kakao kepada mitra internasional. Kami berharap penjajakan ini dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret yang memberikan nilai tambah bagi kakao, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membuka akses pasar yang lebih luas,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong terciptanya iklim investasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama petani sebagai pelaku utama dalam rantai produksi kakao.
Menurutnya, potensi perkebunan kakao yang dimiliki Kolaka Utara perlu didukung dengan penguatan kualitas komoditas, teknologi pengolahan, tata kelola pascapanen, serta akses pasar yang lebih luas agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Tidak berhenti pada pertemuan di Kantor Bupati, rombongan delegasi Jepang kemudian melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi perkebunan dan pengolahan kakao di Kolaka Utara.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi melihat secara langsung kondisi tanaman dan buah kakao yang dibudidayakan masyarakat. Mereka juga mengamati proses penanganan pascapanen, termasuk pengeringan biji kakao.
Peninjauan lapangan ini menjadi bagian penting dalam proses penjajakan kerja sama karena calon mitra dapat melihat secara langsung kondisi komoditas dari tingkat kebun hingga proses pengolahan.
Dengan melihat langsung kualitas bahan baku dan proses pascapanen, diharapkan pembahasan mengenai peluang kerja sama dapat dilakukan secara lebih konkret, termasuk dalam menentukan kebutuhan peningkatan kualitas dan standar produksi yang sesuai dengan permintaan pasar.
Pemkab Kolaka Utara berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada tahap penjajakan, tetapi dapat berlanjut pada penyusunan bentuk kerja sama yang memberikan manfaat jangka panjang.
Kerja sama dengan mitra Jepang juga diharapkan mampu membuka peluang investasi di sektor hilirisasi kakao, memperkuat rantai pasok, meningkatkan nilai jual produk, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan petani kakao di Kolaka Utara.
Dengan potensi yang dimiliki dan dukungan pemerintah daerah, kakao Kolaka Utara diharapkan tidak hanya menjadi komoditas unggulan daerah, tetapi mampu menembus pasar internasional dengan kualitas dan nilai tambah yang semakin kompetitif.
Laporan: Andika

























Tinggalkan Balasan