Sinergi Pembangunan Pesisir, Mahasiswa KKA UMK Hadirkan Solusi Keselamatan Jalan hingga Pembinaan Religius di Bombana

Keterangan Gambar : Mahasiswa KKA Universitas Muhammadiyah Kendari Kelompok 6 di Desa Tapuhahi, Kabupaten Bombana

BOMBANA – Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) Kelompok 6 sukses mengabdi di Desa Tapuhahi, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana.

Mengusung semangat caturdharma perguruan tinggi, sebanyak 13 mahasiswa lintas disiplin ilmu bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Juhardin, S.Pi., M.Si. menghadirkan serangkaian program kerja terpadu untuk mendukung kemajuan desa pesisir tersebut.

Desa Tapuhahi yang dikenal dengan potensi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) serta statusnya sebagai kawasan Kampung KB dan Kampung Zakat, menjadi lokasi strategis pelaksanaan pengabdian.

Melihat dinamika dan potensi yang ada, Kelompok 6 KKA UMK merancang pendekatan “Sinergi Pembangunan Pesisir” yang mengintegrasikan penguatan infrastruktur keselamatan, edukasi lingkungan hidup, dan pembinaan karakter keagamaan.

Koordinator Tim Mahasiswa KKA UMK Desa Tapuhahi, Fadrian, menyampaikan bahwa keberadaan program ini dirancang untuk menjawab tantangan nyata di lapangan.

“Kawasan pesisir seperti Tapuhahi memiliki mobilitas ekonomi yang tinggi, terutama dari sektor perikanan. Namun, akses jalan utama masih minim penanda keselamatan saat malam hari. Selain itu, ancaman sampah plastik pesisir dan kebutuhan pembinaan generasi muda perlu disentuh secara bersamaan. Karena itu, kami membawa program holistik yang menyasar aspek fisik maupun sosial-religius,” ujar Fadrian, Senin (14/9/2026).

Selama masa pengabdian, Kelompok 6 KKA UMK merealisasikan sejumlah aksi nyata. Diantaranya penguatan keamanan jalan dan fasilitas umum. Pemasangan reflektor pemantul cahaya di titik-titik rawan minim penerangan guna meminimalisir risiko kecelakaan pengendara di malam hari. Tim juga melakukan pengecatan jembatan desa untuk menjaga keindahan dan ketahanan struktur jembatan dari korosi iklim pesisir.

Selanjutnya edukasi kebersihan dan ekologi melalui pembuatan plang informasi edukatif mengenai durasi penguraian sampah di area publik, yang dilengkapi sosialisasi kebersihan interaktif kepada para siswa di SD Negeri 151 Tapuhahi.

Aksi nyata selanjutnya adalah pembinaan karakter religius melalui pendampingan belajar membaca Al-Qur’an, hafalan doa, serta pembentukan akhlakul karimah bagi santri anak-anak di TPQ Khairunnisa.  Kemudian gotong royong bersama dengan pelaksanaan aksi bersih lingkungan secara masif yang melibatkan Camat Rumbia Tengah, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

Kepala Desa Tapuhahi, Sufandi, SKM, mengapresiasi kontribusi aktif dan sinergi yang dibangun oleh para mahasiswa KKA UMK Kelompok 6. Menurutnya, keberadaan mahasiswa memberikan warna baru dan dorongan positif bagi semangat gotong royong warga.

Dosen Pembimbing Lapangan, Juhardin, S.Pi., M.Si., menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti setelah masa KKA usai, melainkan memberikan dampak berkelanjutan yang terus dirawat oleh pemerintah desa dan pemuda setempat.

Melalui program ini, mahasiswa KKA UMK Kelompok 6 membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan warga pesisir mampu menciptakan lingkungan desa yang lebih aman, bersih, dan berkarakter islami.

Laporan: Rusdin

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *