BUTON TENGAH – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara ke-XV Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6–12 Desember 2026 di Kota Kendari semakin dekat.
Seluruh elemen olahraga di Kabupaten Buton Tengah diharapkan dapat memaksimalkan persiapan guna menghadapi ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Dalam menghadapi momentum penting ini, Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Buton Tengah melalui Sekretaris sekaligus kepala pelatih Taekwondo Buteng Ahmad Zaini,S.Pd.
Ia menyampaikan harapan agar pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Buton Tengah untuk periode kepengurusan 2026–2030 dapat segera dilaksanakan.
Menurutnya, kepastian kepemimpinan KONI merupakan salah satu aspek penting dalam memastikan kesiapan, koordinasi, dan konsolidasi seluruh cabang olahraga menjelang Porprov Sultra XV 2026.
Porprov bukan sekadar ajang pertandingan untuk mengejar medali dan prestasi, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam membawa nama baik daerah.
“”Oleh karena itu, dibutuhkan kepemimpinan organisasi olahraga yang memiliki kepastian, legitimasi, serta kemampuan mengoordinasikan seluruh kebutuhan kontingen secara terarah,” ujar Ahmad Zaini dalam keterangan resminya, Jumat (6/11/2026).
Jangan Sampai Persoalan Organisasi Menghambat Persiapan Atlet
Pengkab TI Buton Tengah menilai bahwa apabila Musorkablub tidak segera dilaksanakan, terdapat sejumlah potensi dampak negatif yang dapat memengaruhi persiapan daerah menghadapi Porprov.
Diantaranya terhambatnya koordinasi antar-cabang olahraga. Ketidakpastian kepemimpinan dapat berdampak pada lemahnya koordinasi antara KONI dan seluruh cabang olahraga dalam menyusun langkah persiapan kontingen.
Selanjutnya ketidakjelasan pengambilan kebijakan organisasi. Sejumlah keputusan strategis terkait persiapan, kebutuhan atlet, pelatih, serta administrasi kontingen berpotensi mengalami keterlambatan.
Kemudian terganggunya persiapan atlet dan pelatih. Atlet membutuhkan kepastian program latihan, pemusatan latihan (TC), dukungan fasilitas, serta perhatian terhadap kebutuhan mereka menjelang pertandingan.
Selain itu, juga berpotensi menimbulkan persoalan administrasi dan pendanaan. Ketidakpastian tata kelola organisasi dapat memengaruhi proses koordinasi, pertanggungjawaban, dan pemenuhan kebutuhan cabang olahraga.
Terakhir, menurunnya semangat dan kepercayaan insan olahraga. Situasi organisasi yang belum memiliki kepastian dapat menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, dan pihak-pihak yang terlibat dalam persiapan Porprov.
Pengkab TI Buton Tengah menegaskan bahwa persoalan organisasi tidak boleh menjadi penghambat bagi perjuangan para atlet yang selama ini telah berlatih dan mempersiapkan diri untuk mengharumkan nama Kabupaten Buton Tengah.
Saatnya Seluruh Elemen Olahraga Bersatu
Pengkab TI Buton Tengah berharap Pemerintah Daerah, KONI Provinsi Sulawesi Tenggara, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga di Kabupaten Buton Tengah dapat memberikan perhatian serius terhadap percepatan pelaksanaan Musorkablub.
Musorkablub hendaknya dipandang sebagai momentum konsolidasi dan penyelesaian persoalan organisasi, bukan sebagai ruang untuk mempertajam perbedaan. Tujuan utamanya adalah menghadirkan kepengurusan KONI yang definitif, solid, dan mampu bekerja secara maksimal dalam mengoordinasikan seluruh cabang olahraga.
Dengan waktu yang semakin terbatas menuju Porprov Sultra XV 2026, setiap keterlambatan dalam mengambil langkah organisasi berpotensi mengurangi efektivitas persiapan daerah.
“Jangan sampai atlet yang sudah berjuang keras melalui latihan dan pengorbanan justru harus menghadapi ketidakpastian akibat persoalan organisasi. Kepentingan atlet dan nama baik Kabupaten Buton Tengah harus menjadi prioritas bersama,” katanya.
Pengkab TI Buton Tengah berharap seluruh pihak dapat mengedepankan kepentingan olahraga di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi.
“Porprov sudah di depan mata. Saatnya berbenah, bersatu, dan bergerak bersama. Jangan biarkan persoalan organisasi menghambat cita-cita atlet Buton Tengah untuk meraih prestasi di Porprov Sultra XV Tahun 2026,” pungkasnya.
Laporan: Jumrin
























Tinggalkan Balasan