Anies Baswedan Bawa Tanah Korban Gusuran Ahok ke IKN

Keterangan Gambar : Potongan Video dari Akun Instagram Milik Anies Baswedan

JAKARTA – Para gubernur di 34 Provinsi seluruh Indonesia diminta membawa tanah dan air dari provinsinya masing-masing untuk dibawa ke Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur (Kaltim).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memilih tanah dari Kampung Aquarium untuk dibawa ke Titik Nol IKN Nusantara yang berada di Kecamatan Samboja dan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur.

“Pagi ini, rakyat kebanyakan yaitu ibu-ibu warga Kampung Aquarium, di pesisir Jakarta Utara mencangkul dan mengumpulkan tanah untuk dibawa oleh Gubernur DKI Jakarta ke IKN,” tulis Anies Baswedan melalui akun media sosialnya, Minggu (13/3/2021).

Menurut Anies, tanah dari Kampung Aquarium menghadirkan harapan bahwa pembangunan kota baru yang akan dijadikan ibu kota ini hendaknya tidak memarjinalkan rakyat kecil dan justru nyata-nyata akan memberikan kemajuan dan kebahagiaan bagi semua, khususnya rakyat kebanyakan.

“Kembalinya kehidupan masyarakat di Kampung Aquarium menjadi simbol atas kembalinya kita kepada cita-cita dasar pendirian republik ini, yaitu untuk melindungi setiap tumpah darah dan untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.

“Tanah yang dicangkul oleh para Ibu ini diantarkan ke lahan yang kelak akan dibangun kota baru, yang kelak menjadi ibu kota, yang diharapkan jadi kota yang mencerminkan cita-cita mendasar atas republik ini,” pungkasnya

Untuk diketahui, Kampung Aquarium ini merupakan wilayah yang pernah digusur Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok pada 2016 silam saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Namun setelah Anies Baswedan terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, dibuatkanlah mereka kampung susun. Permukiman yang dahulu diratakan tanah oleh Ahok kini menjadi kampung susun yang terbilang megah.

Laporan: Redaksi

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *