KENDARI – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mencatat telah menangani 78 kasus kebakaran selama Oktober 2026.
Dari jumlah tersebut, sekitar 98 persen merupakan kebakaran lahan, sementara sisanya terjadi di kawasan permukiman.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Kendari, Ahriawandy, mengatakan tingginya kasus kebakaran lahan dipengaruhi kondisi cuaca panas serta faktor kelalaian manusia.
Menurutnya, kebakaran kerap dipicu aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi hingga kebiasaan membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat membakar sampah. Pastikan api benar-benar padam dan jangan membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan,” imbaunya.
Ahriawandy menegaskan, Damkarmat Kota Kendari terus bersiaga mengantisipasi dan menangani laporan kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut.
Saat ini, pihaknya menyiagakan enam unit armada pemadam kebakaran yang beroperasi di tiga wilayah pos komando taktis (poskotik) serta markas Damkarmat Kota Kendari.
Kesiapsiagaan armada tersebut dilakukan untuk mendukung respons petugas ketika menerima laporan kebakaran, baik yang terjadi di lahan maupun kawasan permukiman.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah cuaca panas yang dapat memperbesar risiko api menjalar ke area sekitarnya.
Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kebakaran agar dapat ditangani secepat mungkin.
Tim Redaksi

























Tinggalkan Balasan