KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Provinsi Sulawesi Tenggara pada Juni 2026 sebesar 4,68 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 114,60.
Sementara itu, secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Sulawesi Tenggara mengalami inflasi sebesar 1,29 persen. Dari dua daerah penghitungan inflasi di Sulawesi Tenggara, Kota Baubau mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 5,60 persen dengan IHK 116,58. Sebaliknya, Kabupaten Konawe menjadi daerah dengan inflasi terendah, yakni 2,12 persen dengan IHK 113,78.
Kenaikan inflasi pada Juni 2026 terutama didorong oleh meningkatnya harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 5,88 persen. Selain itu, kelompok transportasi juga memberikan andil cukup besar dengan inflasi mencapai 6,59 persen.
Kepala BPS Sulawesi Tenggara menjelaskan, tekanan inflasi tahun ini dipengaruhi berbagai faktor, termasuk ketidakpastian ekonomi global akibat ketegangan geopolitik yang masih berlangsung sejak awal tahun. Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya rantai pasok sejumlah komoditas sehingga memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.
“Inflasi ini memang ada pengaruh geopolitik yang dimulai dari Januari, Februari, dan terus berlanjut hingga hari ini. Ketegangan geopolitik masih terasa dan itu berpengaruh terhadap pasokan beberapa komoditas,” ujarnya.
Meski demikian, BPS menilai faktor global bukan satu-satunya penyebab inflasi. Sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga karena faktor musiman yang terjadi setiap tahun, salah satunya cabai yang produksinya dipengaruhi pola panen.
Di sisi lain, harga ikan juga mengalami kenaikan akibat musim timur yang masih berlangsung. Kondisi cuaca yang kurang mendukung membuat aktivitas melaut nelayan menjadi terbatas sehingga hasil tangkapan menurun. Berkurangnya pasokan ikan di pasar kemudian mendorong kenaikan harga yang dirasakan masyarakat.
BPS berharap kondisi pasokan pangan dan distribusi komoditas dapat terus terjaga sehingga tekanan inflasi pada bulan-bulan berikutnya dapat lebih terkendali.
Tim Redaksi

























Tinggalkan Balasan