Jalankan Program P5 Kurikulum Merdeka, SMPN 38 Buton Gandeng Penyelenggara Pemilu

Keterangan Gambar : Kepala SMPN 38 Buton Didampingi Para Guru Bersama Ketua Panwascam Pasarwajo (Foto: Akbar)

BUTON – Sebagai salah satu Sekolah Penggerak angkatan pertama, SMPN 38 Buton di Desa Holimombo Jaya melakukan kegiatan Proyek P5 Kurikulum Merdeka dengan tema “Suara Demokrasi”, Sabtu (24/12/22) pagi.

Kegiatan ini merupakan salah satu pembelajaran berbasis project yang rutin dilakukan tiap tahunnya dengan project yang berbeda-beda.

Sekolah Penggerak merupakan program untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia. Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul dalam hal ini kepala sekolah dan guru.

Kegiatan ini menggandeng penyelenggara Pemilu KPU dan Bawaslu Kabupaten Buton sebagai pematerinya. Pihak Bawaslu diwakili Ketua Panwascam Kecamatan Pasarwajo, sedangkan dari pihak KPU hingga berakhir acara belum menyempatkan hadir.

Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 38 Buton, Ruali Mani, S.Pd MM mengatakan, hari ini akan dilakukan pemilihan Jetua OSIS, dimana prosesnya telah dimulai dari beberapa bulan yang lalu. Prosesnya diseleksi dari masing-masing kelas melalui google form untuk menguji kemampuan akademis bidang organisasi.

Kemudian dilanjutkan tes wawancara sehingga akhirnya terpilihlah dua pasang kelas 7 dan 8 dan dilanjutkan pada proses kampanye dan sampailah pada pemilihan hari ini.

“Ini semua dilakukan karena kami adalah sekolah penggerak ada namanya P5 atau Project Penguatan Pembelajaran Pancasila yang mewajibkan kami dalam satu tahun minimal melakukan 3 projects,” ujar Ruali Mani.

“Jadi pada akhir semester ini, kami meluncurkan Suara Demokrasi sebagai bentuk pengenalan tata cara dan mekanisme Pemilihan Umum kaitannya dengan pemilihan ketua OSIS,” sambungnya.

Suasana Pemilihan Ketua OSIS SMPN 38 Buton (Foto: Akbar)

Suasana Pemilihan Ketua OSIS SMPN 38 Buton (Foto: Akbar)

Ruali Mani menghimbau agar pada pemilihan ini dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik. siapapun yang didukung dan terpilih nantinya itulah ketua OSIS SMP Negeri 38 Buton.

“Setelah ini, maka kita harus bersatu kembali, berjuang kembali untuk membangun sekolah kita dan menjadi sekolah terbaik di Kabupaten Buton,” ucapnya dengan nada penuh ketegasan.

Senada dengan ini, sebelumnya Pj Bupati Buton Drs. Basiran, MSi pada Peringatan Hari Guru Nasional tingkat Kabupaten Buton pada 25 November 2022 lalu mengatakan, saat ini Buton sedang mengejar target yakni sekolah penggerak yang didalamnya ada Guru Penggerak.

“Ini bertujuan untuk menghasilkan generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia. Mereka adalah guru yang menomorsatukan murid dalam setiap keputusannya, dan mampu menjadi mentor bagi guru-guru lainnya,” kata Basiran.

Untuk mendukung terwujudnya sekolah penggerak, Buton terus berusaha untuk membebaskan daerah-daerah blankspot sehingga para siswa dapat belajar memanfaatkan teknologi. Apalagi sekarang ini selalu berhubungan dengan digitalisasi.

Pada inti kegiatan, Bawaslu Buton yang diwakili oleh Ketua Panwaslu Kecamatan Pasarwajo, Kasradi menyampaikan tentang pengawasan partisipatif. Ia mengharapkan keterlibatan semua stekholder baik tokoh masyarakat, kepemudaan dan semua yang sudah dinyatakan wajib pilih untuk mengawasi jalannya Pemilu mendatang

Panwascam juga menyampaikan tentang dasar hukum pemilihan umum atau pemilihan ketua OSIS. Terakhir, pihaknya menjelaskan soal sanksi adminstrasi bagi ASN yang terlibat dalam politik praktis.

Laporan: Akbar

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *