JAKARTA – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke-56 pada Sabtu, 17 September 2022.
Di usia yang lebih dari setengah abad itu, KAHMI telah banyak berperan dalam mengawal sejarah perjalanan demokrasi di Indonesia.
Sebagai wadah para alumni HMI, KAHMI telah menjadi ladang sumber daya manusia (SDM) yang banyak berkiprah di berbagai bidang, baik pemerintahan, partai politik, akademisi, pengusaha, dan lain sebagainya. Di situlah, para anggota KAHMI berperan nyata dalam mewarnai sejarah perjalan bangsa.
Peran nyata KAHMI dalam mewarnai sejarah perjalanan bangsa mendapat pengakuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam grand launching Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) pada 22 Juli 2021, Jokowi mengatakan anggota KAHMI bertebaran di mana-mana.
“Saya ingin menyampaikan rasa kagum saya pada KAHMI, kadernya ada di mana-mana. Menjadi pengusaha sukses banyak, di birokrasi ada, di partai politik banyak, di lembaga negara juga banyak. Dan dipercaya mengisi tugas-tugas strategis, termasuk di Kabinet Indonesia Maju,” kata Jokowi.
Sejarah
Melansir dari laman KAHMI Makassar, KAHMI dibentuk pada Munas Alumni HMI yang bertepatan dengan Kongres VIII HMI di kota Solo, Jawa Tengah. Ide mendasar terbentuknya KAHMI adalah keinginan adanya wadah kekeluargaan alumni HMI. Pada tahun 1966 saat itu HMI masih berusia 19 tahun.
Meskipun baru berumur 19 tahun, alumni HMI sudah bertebaran di mana-mana. Pada saat itu, HMI sudah terkenal sebagai pemasok birokrat, akademisi, hingga politisi. Hampir semua lini kehidupan yang bersentuhan dengan masyarakat luas, peran alumni HMI sangat menonjol.
Oleh karena banyaknya alumni HMI yang bertebaran itu, muncul keinginan untuk membentuk suatu wadah yang bersifat kekeluargaan.
Keinginan para alumni itu tersalurkan pada Munas Alumni HMI pada forum Kongres VIII di Solo pada 10-17 September 1966. Pada 15 September, munas menyepakati dibentuknya Korps Alumni HMI yang kemudian disahkan pada 17 September 1966.
Pada awalnya KAHMI sendiri merupakan badan khusus HMI yang berfungsi sebagai tempat informasi dan wadah konsultasi bagi HMI. Namun seiring perkembangan zaman, KAHMI dan HMI putus hubungan secara organisatoris pada tahun 1987. Pada saat itu, KAHMI sudah menjadi ormas tersendiri. Sejak tahun itu pula dibentuk Presidium KAHMI Nasional.
Sederet Alumni HMI dan Kiprahnya
Diketahui, saat ini banyak alumni HMI telah menduduki posisi-posisi strategis dan memiliki peran besar terhadap bangsa ini. Sebut saja Wakil Presiden (Wapres) dua periode, Jusuf Kalla, politisi senior Partai Golkar yang juga mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung, pakar hukum tata negara Prof Yusril Ihza Mahendra, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, dan juga masih banyak lagi.
Sederet nama-nama menteri era Joko Widodo – Ma’ruf Amin juga ada beberapa yang berkiprah di HMI. Sebut saja nama Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Kesra Muhadjir Effendy, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali, Menteri Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri ATR Sofyan Djalil, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.
Para alumni HMI juga berkiprah sebagai akademisi, bahkan tak sedikit dari mereka yang menjabat sebagai rektor di kampus-kampus. Diantaranya Prof Laode Masihu Kamaluddin yang kini menjabat sebagai rektor Universitas Insan Cita Indonesia. Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Arif Satria, dan Rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Prof Gunarto, serta sejumlah akademisi lainnya yang juga menjabat sebagai rektor di kampusnya masing-masing.
Kiprah alumni HMI memang bertebaran dimana-mana. Ada yang berkiprah sebagai politisi, pengusaha, akademisi, advokat, dokter, guru, dan profesi-profesi lainnya yang juga menjadi lahan pengabdian mereka yang pernah berkader di rahim organisasi ‘hijau-hitam’ itu.
Sumber: uici.ac.id

























Tinggalkan Balasan