KENDARI — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra), Umar Bonte, melontarkan kritik tajam terhadap PT PLN (Persero) terkait maraknya pemadaman lampu yang kerap terjadi di Kota Kendari.
Menurutnya, alasan klasik yang sering disampaikan pihak PLN seperti faktor cuaca, kekeringan, maupun kendala teknis pada pembangkit di daerah tidak mendasar dan tidak boleh dibenarkan untuk terus membohongi masyarakat.
Ia mencontohkan klaim PLN mengenai kekeringan yang berdampak pada pembangkit di Makassar terbukti tidak valid setelah dicek langsung ke lapangan.
“PLN tidak usah mengada-ada dan membohongi masyarakat dengan alasan lampu padam karena kekeringan. Kami tahu masalahnya bukan di sana,” ujar Umar Bonte, Jumat (6/11/2026) di Kendari.
Lebih lanjut, Umar Bonte membeberkan bahwa akar permasalahan krisis kelistrikan ini bersifat nasional, yakni akibat tingginya volume ekspor batu bara yang lebih diutamakan ketimbang kebutuhan di dalam negeri.
Ia menyebutkan bahwa sebagian besar atau sekitar 74 persen pasokan batu bara Indonesia diekspor untuk memenuhi kebutuhan energi di Malaysia dan negara lainnya, sementara masyarakat di dalam negeri justru mengalami pemadaman listrik.
Atas kondisi tersebut, ia mendesak pemerintah pusat, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk mengevaluasi kebijakan ekspor gas dan batu bara. Pemerintah diminta untuk lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri ketimbang kepentingan ekspor.
“Pemerintah pusat harus lebih mengutamakan energi nasional ketimbang mengutamakan energi yang diekspor. Kita semua harus bersuara untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.
Tim Redaksi

























Tinggalkan Balasan