KENDARI – Tiga warga asal Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi korban kekejaman yang diduga teroris KKB terjadi di Pegunungan Bintang, Papua.
Mereka dibunuh dengan cara ditembak. Penyerangan ini terjadi di pangkalan tukang ojek Pegunungan Bintang pada Senin (5/12/2022) lalu. Korban diketahui beridentitas nama La Usu (25), Amanzani (42) dan La Ati, yang ketiga-tiganya berprofesi sebagai tukang ojek.
Menanggapi hal itu, DPW Partai Nasdem Sulawesi Tenggara mengutuk keras tindakan kekejaman yang diduga dilakukan oleh teroris KKB di Papua. Ia mendesak, Pemerintah Pusat harus segera turun lapangan atas kasus ini.
“Kami ingin negara hadir memberikan perlindungan keamanan terhadap seluruh warga negara yang ada di Papua,” ujar Ketua Badan Advokasi Hukum DPW Partai Nasdem Sultra, Saninuh Kasim saat ditemui di kantornya, Selasa (13/12/2022).
Atas kasus ini, lanjut Saninuh, DPW Partai Nasdem Sultra akan melayangkan surat audiensi ke Komisi III DPR RI dengan menghadirkan Kapolri dan Panglima TNI menyangkut soal keamanan warga negara. Salah satu poinnya adalah keterlibatan negara yang diinginkan harus hadir memberikan jaminan perlindungan keamanan.
“Negara harus dan wajib hadir, karena ini bukan tindakan kriminal biasa dan tidak ada motif apa-apa disini, mereka tiga warga Sultra ini hanya mencari nafkah disana sebagai tukang ojek,” tegasnya.
Saninuh juga meminta agar Pemerintah Pusat turun langsung memberikan keamanan dan mengunjungi keluarga korban yang meninggal akibat tindakan pembunuhan yang diduga dilakukan oleh teroris KKB.
“Keluarga korban saat ini sangat mengharapkan kehadiran negara terhadap kelangsungan hidup dan masa depan mereka,” katanya.
Pasca meninggalnya tiga warga Sultra ini, tambah Saninuh, tentu masalah belum selesai begitu saja. Karena masih banyak warga Sultra yang saat ini berada di Papua untuk mencari nafkah.
“Jika negara tidak mampu hadir dan tidak memberikan jaminan perlindungan kemanan, maka terpaksa semua warga asal Sultra yang saat ini berada di Papua agar ditarik pulang kampung,” pungkasnya.
Laporan: Redaksi

























Tinggalkan Balasan