ATLANTA – Sempat berada di ujung tanduk, Timnas Argentina sukses melakukan comeback fantastis untuk menaklukkan Mesir dengan skor ketat 3-2.
Kemenangan dramatis ini memberi tanda mentalitas juara bicara, sekaligus menyegel tiket La Albiceleste ke babak 8 besar (perempat final) Piala Dunia 2026.
Sang kapten, Lionel Messi, berhasil membuktikan kepada fans bahwa sang juara bertahan belum habis. Argentina menolak menyusul tim-tim raksasa seperti Portugal, Belanda, Brasil, dan Jerman yang sudah lebih dulu mengepak koper dan ‘pulang kampung’.
Kronologi Laga: Drama, VAR, dan Sihir sang Kapten
Meski akhirnya tersenyum, armada Lionel Scaloni sempat dibuat frustrasi dan tertinggal dua gol lebih dulu lewat aksi Yasser Ibrahim (15′) dan Mostafa Ziko (67′). Namun, Argentina menolak menyerah sebelum peluit panjang berbunyi.
Begitu peluit kick-off ditiup, Argentina langsung mengambil inisiatif menyerang. Namun, Mesir menunjukkan bahwa mereka tidak gentar menghadapi sang jawara bertahan.
Stadion Atlanta bergemuruh, berawal dari umpan matang Marwan Attia, Yasser Ibrahim yang menang postur dalam duel udara sukses mengungguli Lisandro Martinez. Sundulan tajamnya gagal dijangkau oleh Emiliano Martinez. 1-0 untuk Mesir pada menit ke-15.
Di menit ke-19, Argentina mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan setelah Nicolas Tagliafico dilanggar oleh Haissem Hassan di kotak terlarang. Sial bagi Argentina, Lionel Messi yang maju sebagai algojo gagal menuntaskan tugasnya. Tendangannya berhasil dibaca dengan gemilang oleh kiper Mesir, Mostafa Shobeir.
Selanjutnya di menit 28 dan 31, Argentina menaikkan intensitas serangan. Sayang, peluang emas Alexis Mac Allister berhasil ditepis Shobeir, dan eksekusi free-kick melengkung dari Messi hanya membentur tiang gawang.
Penjaga gawang Mesir, Shobeir kembali menjadi momok setelah melakukan super save dengan menepis tendangan keras Julian Alvarez pada menit ke-39. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Argentina tampil makin agresif, namun lini pertahanan mereka justru rentan terhadap skema counter-attack Mesir yang mematikan.
Menit ke-58, Mesir sempat bersorak setelah Zico membobol gawang Martinez memanfaatkan asis Mohamed Salah. Namun, gol tersebut dianulir setelah intervensi VAR mendeteksi adanya pelanggaran terlebih dahulu dari Marwan Attia kepada Lisandro Martinez.
Petaka benar-benar datang bagi Argentina. Lewat skema serangan balik cepat yang dimotori Mohamed Salah dan Hassiem Hassan, Mostafa Ziko dengan dingin memperdaya Emiliano Martinez pada menit ke-67. Sehingga skor 2-0, Mesir menjauh.
Namun pada menit ke-79 menjadi momentum kebangkitan bagi Tim Argentina. Tembok tebal Mesir akhirnya runtuh. Berawal dari skema serangan yang rapi, visi genius Lionel Messi berhasil memanjakan Cristian Romero untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.
Untuk menebus kegagalan penaltinya, Lionel Messi mengamuk pada menit ke-84. Memanfaatkan umpan matang dari Gonzalo Montiel, La Pulga melepaskan sepakan keras yang menghujam jala Mesir. Skor berubah imbang 2-2.
Kemudian drama mencapai klimaksnya di masa injury time. Stadion Atlanta pecah ketika gelandang flamboyan, Enzo Fernandez, melepaskan sundulan mematikan memanfaatkan asis terukur Lautaro Martinez pada menit 90+3.
Argentina berhasil membalikkan kedudukan menjadi 3-2 dan berhak melenggang ke babak 8 besar dengan kepala tegak melalui laga yang akan dikenang sebagai salah satu match terbaik di Piala Dunia 2026. Argentina bersama-sama dengan Tim Maroko, Prancis, Spanyol, Belgia, Norwegia, Inggris, dan Swiss berhasil melenggang ke babak perempat final Piala Dunia 2026.
Tim Redaksi

























Tinggalkan Balasan