Dari Pangandaran untuk Tanah Muna: Kapolres AKBP Ikrar Potawari Serukan Persatuan di Silaturahmi Akbar KKMM 2026

Keterangan Gambar : Kapolres Pangandaran, Polda Jawa Barat, AKBP Ikrar Potawari, SH., S.I.K., M.Si., M.I.K (Foto: IST)

PANGANDARAN – Jarak ribuan kilometer yang memisahkan Pulau Jawa dan jazirah Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak melunturkan kecintaan AKBP Ikrar Potawari, SH., S.I.K., M.Si., M.I.K., terhadap tanah kelahirannya.

Dari kursi kepemimpinannya sebagai Kapolres Pangandaran, Polda Jawa Barat, perwira menengah polri ini secara khusus melayangkan ajakan hangat sekaligus membakar semangat persatuan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Muna di mana pun berada.

Putra asli Desa Lakandito, Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna ini menyerukan gerakan kolektif untuk menghadiri dan menyukseskan Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara. Perhelatan akbar yang menjadi simbol kerinduan dan persatuan kaum perantau serta warga kampung halaman ini dijadwalkan bakal menghentak kawasan Eks MTQ Kendari pada 19 Juli 2026 mendatang.

Bagi perwira dengan dua melati di pundak ini, agenda tersebut bukan sekadar seremoni seremonial atau ruang temu kangen biasa. Lebih dari itu, ini adalah manifesto kekuatan kultural masyarakat Muna dalam menjaga kohesi sosial dan persaudaraan.

“Dengan silaturahmi, kita dapat memperkuat persatuan, saling mendukung, dan bersama-sama memajukan tanah kelahiran kita,” ujar AKBP Ikrar Potawari melalui video singkat dukungannya, Kamis (9/7/2026).

Inspirasi Nasional dan Simbol Kebangkitan

Karier gemilang Ikrar di tingkat nasional sebagai Kapolres Pangandaran menjadi bukti sahih bahwa putra-putri Bumi Praja Sumano memiliki kapasitas kompetitif yang luar biasa.

Ia berharap rekam jejaknya—dan para tokoh Muna sukses lainnya di berbagai penjuru nusantara—bisa memantik api inspirasi bagi generasi muda Muna untuk terus mendaki puncak prestasi tanpa melupakan akar budaya mereka.

Ikrar juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan pembangunan daerah di masa depan bertumpu pada seberapa kuat jaringan kolaborasi yang dibangun hari ini. Melalui momentum KKMM, Ikrar optimistis akan lahir gagasan-gagasan visioner yang konstruktif demi kemajuan Kabupaten Muna dan Sulawesi Tenggara secara umum.

Di akhir pesannya, dengan penuh khidmat, AKBP Ikrar Potawari melantunkan sebuah falsafah lokal dalam bahasa daerah Muna yang sarat makna magis:

“Mari kita bersatu, keseisehantomu sokaetahano liwu.”

Sebuah kalimat sakral yang bermakna ajakan mendalam untuk merapatkan barisan, menjaga persatuan, dan bahu-membahu demi kejayaan serta kemajuan daerah tercinta.

“Ke mana pun kita merantau, jangan pernah melupakan tanah kelahiran. Mari kita terus memberikan kontribusi terbaik untuk daerah kita,” pungkasnya mengunci imbauan penuh haru tersebut.

Laporan: Jumrin

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *