Jaga Kehormatan Leluhur, Konsorsium Masyarakat Wawonii Bersatu Siap Gelar Aksi Bela Adat

Keterangan Gambar : Massa dari Konsorsium Masyarakat Wawonii Bersatu Saat Menyerahkan Surat Pemberitahuan Aksi ke Polsek Wawonii Tengah (Foto: IST)

KONAWE KEPULAUAN – Puluhan massa yang tergabung dalam Konsorsium Masyarakat Wawonii Bersatu resmi menyerahkan Surat Pemberitahuan Aksi (SPA) kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Wawonii Tengah sebagai tahapan administrasi menjelang aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026.

Penyerahan SPA yang dilakukan pada Sabtu (18/7/2026) tersebut menjadi bentuk kepatuhan terhadap prosedur hukum sebelum pelaksanaan demonstrasi yang akan mengangkat isu dugaan pelanggaran adat istiadat masyarakat Wawonii.

Usai menyerahkan surat pemberitahuan aksi, Jenderal Lapangan Konsorsium Masyarakat Wawonii Bersatu, Reski Anandar, menegaskan bahwa persoalan adat bukan sekadar persoalan biasa, melainkan menyangkut identitas, kehormatan, dan jati diri masyarakat Wawonii yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh pihak.

“Persoalan adat istiadat masyarakat Wawonii tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa karena ini menyangkut jati diri masyarakat Wawonii. Oleh karena itu, persoalan ini harus disikapi secara serius,” tegas Reski Anandar, yang akrab disapa Nandar.

Menurutnya, aksi demonstrasi merupakan wadah penyampaian aspirasi masyarakat agar dugaan pelanggaran adat memperoleh perhatian serius dari pemerintah daerah, lembaga adat, maupun aparat penegak hukum.

Ia menilai penyelesaian persoalan adat harus dilakukan secara adil dan bermartabat, sehingga nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun tetap terjaga.

“Persoalan ini tidak bisa dijadikan sebagai lelucon. Ini persoalan serius karena menyangkut harkat dan martabat orang Wawonii. Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi orang Wawonii untuk turut serta menuntut sanksi bagi pelanggar adat istiadat masyarakat Wawonii,” ujarnya.

Aksi yang akan digelar pada Senin mendatang diperkirakan akan diikuti oleh massa dari berbagai wilayah di Pulau Wawonii. Mereka berharap seluruh pihak dapat memberikan perhatian serius terhadap tuntutan yang akan disampaikan demi menjaga kehormatan adat dan budaya masyarakat Wawonii.

Laporan: Jarman Alkindi

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *