JAKARTA – Angin segar berembus di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) seiring bergulirnya kepemimpinan baru di lembaga strategis tersebut.
Ucapan selamat dan gelombang dukungan mengalir deras atas amanah yang kini diemban oleh Sudaryono sebagai Kepala BGN.
Salah satu dorongan kuat datang dari organisasi pemuda Jagatara Indonesia, yang menegaskan kesiapannya untuk pasang badan sekaligus menjadi pengawal kritis dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan pilar prioritas nasional Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Ketua Umum Jagatara Indonesia, Rio Alfian Rosid, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar janji politik atau program biasa, melainkan investasi jangka panjang negara dalam menggembleng kualitas sumber daya manusia menuju cita-cita Generasi Emas 2045.
Menurutnya, program strategis ini akan menentukan arah dan nasib kualitas generasi masa depan bangsa. Oleh karena itu, keberhasilan pilar gizi nasional ini menjadi pertaruhan sekaligus tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, sehingga implementasinya harus terus diperkuat, dievaluasi, dan disempurnakan agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke lapisan paling bawah.
Meski mengapresiasi gerak cepat dan komitmen besar pemerintah yang telah berjalan sejauh ini, Rio mengingatkan bahwa panggung eksekusi di lapangan masih menyisakan sederet pekerjaan rumah yang kompleks.
Tantangan nyata tersebut terbentang mulai dari penguatan tata kelola, peningkatkan kualitas layanan, kelancaran rantai pasok dan distribusi bahan pangan, pengawasan ketat terhadap mitra penyedia, hingga pembentukan mekanisme evaluasi yang berkelanjutan.
Bagi Jagatara Indonesia, niat mulia dari program ini harus diimbangi dengan eksekusi yang responsif dan presisi, di mana evaluasi menyeluruh harus dijadikan napas utama untuk menyelesaikan setiap persoalan di lapangan dengan cepat dan tepat.
Dalam dinamika tersebut, Jagatara Indonesia menilai sosok Mas Dar Sudaryono hadir sebagai figur pengomando yang sangat ideal untuk menakhodai Badan Gizi Nasional.
Rekam jejaknya yang teruji di sektor pangan, pertanian, dan pemberdayaan masyarakat menjadi modal krusial untuk menjembatani koordinasi lintas sektor yang rumit, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat luas.
Lebih dari sekadar kompetensi teknis, gaya kepemimpinan Mas Dar yang inklusif, terbiasa turun langsung ke lapangan, serta selalu membuka ruang dialog dianggap sebagai angin segar yang sangat dibutuhkan dalam mengelola program berskala masif.
Menutup keterangannya, Rio tak lupa menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik bagi Mas Dar Sudaryono dalam menjalankan amanah barunya. Bagi Jagatara Indonesia, Mas Dar bukan hanya sekadar pejabat publik, melainkan juga sosok abang asuh yang senantiasa membimbing dan memberi ruang tumbuh bagi generasi muda.
Jagatara Indonesia menegaskan komitmen penuhnya untuk menjadi mitra konstruktif yang siap memberikan masukan cerdas, mengawal setiap tahapan program, dan bergerak bersama demi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
Tim Redaksi

























Tinggalkan Balasan