Kolaka Utara Raih BIK Award 2026, Bupati Dorong Kakao Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Keterangan Gambar : Bupati Kolaka Utara, Nur Rahman Umar Saat Menerima Penghargaan BIK Award 2026

KOLAKA UTARA – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kali ini, Pemkab Kolaka Utara menerima penghargaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara atas keberhasilan mendorong pengembangan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan kakao.

Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Pemerintah Daerah dengan Program Pengembangan Ekonomi Daerah Berbasis Komoditas Unggulan Kakao Teraktif.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, pada pembukaan kegiatan BIK 2026 yang berlangsung di Area Utama Eks MTQ, Kendari, Sabtu (24/10/2026).

Capaian ini menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal, khususnya sektor kakao yang menjadi salah satu komoditas unggulan dan sumber penghidupan masyarakat.

Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima pemerintah daerah. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian institusi, melainkan juga menjadi dorongan untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mengembangkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara untuk terus mengembangkan potensi kakao sebagai salah satu komoditas unggulan daerah,” ujar Nur Rahman Umar.

“Namun, yang paling penting bukan hanya penghargaan yang kita terima, melainkan bagaimana potensi kakao ini benar-benar memberikan nilai tambah bagi petani, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.

Ia menegaskan, pengembangan kakao tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi. Pemerintah daerah juga perlu mendorong peningkatan kualitas hasil panen, penguatan kelembagaan petani, perluasan akses pasar, serta pengembangan pengolahan hasil agar komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Menurut Bupati, keterlibatan berbagai pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan pengembangan kakao yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, petani, pelaku usaha, perbankan, dan lembaga jasa keuangan menjadi salah satu kunci agar potensi perkebunan kakao dapat dikelola secara optimal.

“Kita ingin kakao Kolaka Utara tidak hanya dikenal sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah. Karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan lembaga keuangan, terutama dalam memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas petani, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas,” tambahnya.

Perluas Akses Keuangan untuk Petani dan Pelaku UMKM

Bupati juga menilai, inklusi keuangan memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan sektor unggulan daerah. Akses terhadap layanan keuangan yang mudah, aman, dan sesuai kebutuhan dapat membantu petani maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengembangkan kegiatan ekonomi mereka.

Melalui penguatan akses pembiayaan dan peningkatan literasi keuangan, masyarakat diharapkan semakin mampu memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan secara bijak untuk mendukung usaha produktif.

Ia berharap, penghargaan BIK Award 2026 dapat menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor perkebunan kakao.

“Harapan kita, akses layanan keuangan semakin terbuka bagi masyarakat, terutama petani dan pelaku UMKM. Dengan dukungan pembiayaan yang tepat, pendampingan usaha, serta pemasaran yang semakin baik, kita optimistis sektor kakao dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat Kolaka Utara,” tuturnya.

Sebagai bagian dari Bulan Inklusi Keuangan 2026, penghargaan ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal.

Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dengan OJK, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar pengembangan komoditas kakao berjalan beriringan dengan perluasan inklusi keuangan.

Dengan potensi perkebunan yang dimiliki, Kolaka Utara diharapkan mampu memperkuat posisi kakao sebagai salah satu penopang ekonomi daerah sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat luas.

Laporan: Andika

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *