KOLAKA UTARA — Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan pemanfaatan pelayanan Posyandu, khususnya bagi anak usia sekolah dan remaja.
Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan pertemuan advokasi sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Utara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kolaka Utara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup, sekaligus mendorong agar kelompok usia sekolah dan remaja lebih aktif memanfaatkan layanan Posyandu.
Dalam sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Utara yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, Harvey, S.Si., M.Farm., Apt., disebutkan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan program tersebut menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran.
“Keberhasilan pembangunan kesehatan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak program yang kita laksanakan, tetapi juga oleh seberapa kuat program tersebut mampu menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran,” ujar Harvey saat menyampaikan sambutan Kepala Dinas Kesehatan, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, anak usia sekolah dan remaja merupakan kelompok strategis karena berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan yang akan berpengaruh terhadap kualitas kesehatan mereka pada tahap kehidupan berikutnya.
Karena itu, keberadaan Posyandu tidak cukup hanya menyediakan pelayanan. Tantangan yang lebih penting adalah memastikan anak usia sekolah dan remaja mengetahui, membutuhkan, kemudian secara aktif memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia.
“Sebagian besar waktu anak usia sekolah dan remaja berada di lingkungan satuan pendidikan. Karena itu, peningkatan pemanfaatan Posyandu oleh kelompok sasaran ini memerlukan keterlibatan sektor pendidikan dan Kementerian Agama, baik melalui satuan pendidikan umum maupun satuan pendidikan madrasah,” jelasnya.
Kunjungan Pelajar Masih Rendah
Harvey menyampaikan, Posyandu saat ini diarahkan berdasarkan pendekatan siklus hidup. Artinya, setiap kelompok masyarakat mendapatkan perhatian dan pelayanan sesuai dengan kebutuhan kesehatannya.
Salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah anak usia sekolah dan remaja. Namun, pemanfaatan Posyandu oleh kelompok tersebut masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan, jumlah anak usia sekolah kelompok 7–10 tahun di Kabupaten Kolaka Utara mencapai 27.605 anak. Sementara kunjungan ke Posyandu dari kelompok sasaran tersebut baru tercatat sebanyak 279 kunjungan.
Kondisi itu menunjukkan masih adanya kesenjangan antara jumlah sasaran dengan pemanfaatan layanan yang tersedia.
“Keberadaan layanan saja belum cukup. Kita harus memastikan kelompok sasaran mengetahui, membutuhkan dan memanfaatkan layanan yang tersedia di Posyandu,” kata Harvey.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya Dinas Kesehatan dan jajaran Puskesmas, tetapi juga pemerintah desa dan kelurahan, sektor pendidikan, Kementerian Agama serta lintas program lainnya.
Perkuat Peran Sekolah dan Madrasah
Kerja sama lintas sektor dinilai penting mengingat lingkungan pendidikan merupakan salah satu ruang utama bagi anak usia sekolah dan remaja dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Melalui sinergi tersebut, pelayanan kesehatan diharapkan dapat lebih mudah diperkenalkan dan diakses oleh para pelajar, baik melalui sekolah umum maupun madrasah.
Harvey menegaskan, kolaborasi tersebut harus diarahkan pada langkah-langkah yang konkret, mulai dari penentuan sasaran, pembagian peran masing-masing pihak, pelaksanaan kegiatan hingga pemantauan terhadap capaian program.
“Persoalan ini tentu tidak dapat dibebankan kepada sektor kesehatan semata,” tegasnya.
Ia berharap kerja sama antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kantor Kementerian Agama dapat menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi anak usia sekolah dan remaja di Kabupaten Kolaka Utara.
Dengan penguatan kolaborasi tersebut, Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kolaka Utara diharapkan mampu mendorong transformasi Posyandu agar tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan masyarakat secara umum, tetapi juga mampu menjangkau kelompok usia sekolah dan remaja secara lebih optimal.
Upaya tersebut pada akhirnya diharapkan dapat membangun kesadaran sejak dini terhadap pentingnya kesehatan sekaligus menciptakan generasi muda Kolaka Utara yang tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat.
Laporan: Andika

























Tinggalkan Balasan