Soal Guru di SDN 50 Buton, PGRI Harap Tidak Lanjut ke Ranah Hukum

Keterangan Gambar : Ketua PGRI Buton, La Nesa, S.Pd, M.Si Saat Menyambangi SDN 50 Kabupaten Buton

BUTON – Seorang guru SD di Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara, dilaporkan ke polisi karena diduga menghukum belasan siswanya dengan menyuruh mereka makan sampah plastik.

Hal ini membuat PGRI Kabupaten Buton turun tangan dan mengumpulkan data di lapangan. Saat ini data-data yang ditemukan di lapangan tersebut sudah disampaikan ke PB PGRI dan PGRI Provinsi.  

“Harapan PB PGRI dan PGRI Buton, kasus ini tidak berlanjut di ranah hukum dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” ucap Ketua PGRI Buton, La Nesa, S.Pd, M.Si, Senin (31/1/2022).

La Nesa menjelaskan, guru adalah manusia biasa, tentu tak luput dari salah dan khilaf dalam menjalankan tugasnya di sekolah. Satu kesalahan yang diperbuat oleh guru, masih ada beberapa kebaikan yang dilakukan oleh guru dimana dapat menjadi pertimbangan orang tua dalam mengambil sikap terhadap kesalahan itu.

“Di dalam perjalanan hidup setiap manusia pasti ada saja kesalahan atau masalah yang dihadapinya. Tak ada manusia yang sempurna dan bebas dari masalah. Hari ini kita bebas dari masalah, mungkin besok ditimpa masalah. Oleh karenanya, sikap bijak itu penting dalam mengatasi masalah,” katanya.

Dia juga menerangkan, bahwa pada hari Jumat tanggal 28 Januari 2022 lalu, pengurus PGRI Buton menyambangi rumah salah satu orang tua siswa, namun tidak ada di tempat. Pihak PGRI Buton akan terus berupaya melakukan pendekatan terhadap keluarga korban agar kasus ini  tidak berlanjut dan dapat diselesaikan dengan baik.

La Nesa mengatakan kedepan PGRI Buton akan memantapkan diskusi, dialog interaktif dan talkshow dalam forum Lingkar Belajar Guru (LBG) di setiap kecamatan se-kabupaten Buton. Hal tersebut untuk membedah permasalahan yang dihadapi oleh guru terutama yang berhubungan dengan proses belajar mengajar di kelas serta   melatih para guru dalam  menangani masalah yang terjadi di sekolah.

“Para guru di sekolah haus akan model dan pendekatan penanganan masalah yang dihadapi oleh guru dan siswa di sekolah. Oleh karenanya, LBG sangat penting dilakukan untuk mencegah munculnya masalah di sekolah,” tutupnya.

Laporan: Said

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *